DEMA Gelar Acara Bedah Buku Guna Meningkatkan Literasi Baca Mahasiswa


PRESS RELEASE
DEMA STIT Ihsanul Fikri Gelar Acara Bedah Buku “Ngobrolin Buku” untuk Tingkatkan Wawasan Akademik dan Diskusi Kritis Mahasiswa
Magelang, 11 November 2024 – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STIT Ihsanul Fikri kembali menggelar sebuah acara yang menarik perhatian civitas akademika pada hari Senin, 11 November 2024. Acara bertajuk “Ngobrolin Buku” ini merupakan bentuk komitmen DEMA dalam memfasilitasi pengembangan intelektual mahasiswa melalui kegiatan yang mendorong minat baca dan diskusi kritis. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa bertujuan untuk memperkaya wawasan serta keterampilan berpikir mahasiswa melalui bedah buku yang interaktif.
Acara dimulai dengan setiap peserta diberikan waktu selama 30 menit untuk membaca buku yang telah dipilih sebelumnya. Buku-buku yang dipilih bervariasi, mencakup berbagai tema penting seperti pengembangan diri, ilmu sosial, kepemimpinan, dan tema-tema kontemporer lainnya yang relevan dengan kehidupan mahasiswa. Pembacaan buku ini bertujuan untuk memberikan waktu kepada peserta untuk memahami isi dan gagasan utama dari buku yang mereka baca, sebelum akhirnya membagikan pemahaman mereka kepada peserta lainnya.
Setelah sesi membaca, setiap peserta diminta untuk mempresentasikan hasil pemahamannya tentang buku yang telah dibaca. Presentasi ini mencakup rangkuman isi buku, ide-ide utama, serta pandangan pribadi tentang buku tersebut. “Kami berharap dengan presentasi ini, mahasiswa bisa lebih mendalami materi buku yang mereka baca, sekaligus meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum serta kemampuan menyampaikan ide secara jelas dan terstruktur,” ujar [Irsyad], Ketua DEMA STIT Ihsanul Fikri, dalam sambutannya.
Sesi presentasi ini diikuti dengan diskusi interaktif antar peserta, yang merupakan salah satu bagian terpenting dalam acara ini. Setelah mendengarkan presentasi masing-masing, peserta diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan, bertanya, dan mengajukan pemikiran kritis tentang buku yang dibahas. Diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat, dengan berbagai sudut pandang yang muncul, dari perspektif akademik hingga aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini diharapkan dapat melatih mahasiswa untuk berpikir kritis, menghargai berbagai pandangan, dan memperkaya pemahaman mereka terhadap isu-isu yang diangkat dalam buku.
“Acara ini bukan hanya sekadar membahas buku, tapi lebih dari itu, ini adalah wadah untuk berlatih berpikir kritis, mengembangkan ide-ide, dan memperdalam pemahaman terhadap berbagai topik penting yang dapat mempengaruhi kehidupan kita sebagai mahasiswa dan masyarakat,” tambah [Irsyad].
Partisipasi yang antusias dari mahasiswa juga terlihat dari tingginya minat mereka untuk berkontribusi dalam diskusi. Setiap peserta tidak hanya fokus pada isi buku, tetapi juga berbicara tentang relevansi ide-ide dalam konteks kehidupan mereka sebagai mahasiswa dan pemuda bangsa. Beberapa peserta menyatakan bahwa acara ini membuka wawasan baru dan memberikan perspektif yang lebih luas tentang dunia melalui sudut pandang literasi yang lebih mendalam.
Acara ini juga mendapat sambutan positif dari pihak kampus, yang mendukung penuh upaya DEMA dalam menggelar kegiatan positif dan mendidik. Menurut Akhmad Zamroni (Pembina mahasiswa), kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun budaya literasi yang kuat di kalangan mahasiswa. “Dengan semakin banyaknya mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan diskusi dan bedah buku, diharapkan mereka tidak hanya menjadi pemikir yang tajam tetapi juga memiliki kemampuan untuk melihat berbagai masalah dari berbagai sudut pandang,” ungkapnya.
Kegiatan ini bukan hanya berhenti pada satu sesi. DEMA STIT Ihsanul Fikri berencana untuk menjadikan acara ini sebagai program rutin yang dapat mengakomodasi berbagai tema buku serta mengundang lebih banyak mahasiswa untuk berpartisipasi dalam diskusi. Selain itu, DEMA juga berencana untuk memperluas cakupan kegiatan ini dengan mengundang penulis atau pakar di bidang-bidang tertentu untuk ikut berdiskusi dan memberikan pemahaman lebih dalam kepada mahasiswa.

Tentang DEMA STIT Ihsanul Fikri
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STIT Ihsanul Fikri adalah organisasi yang dibentuk untuk memperjuangkan aspirasi mahasiswa dan mengembangkan potensi mereka di luar kegiatan akademik. Melalui berbagai kegiatan, seperti seminar, diskusi, pelatihan, dan bedah buku, DEMA berupaya menciptakan lingkungan yang mendorong mahasiswa untuk menjadi pribadi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing tinggi. DEMA STIT Ihsanul Fikri berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan yang dapat membentuk karakter mahasiswa serta memperkaya wawasan mereka di bidang akademik dan non-akademik.PRESS RELEASE
DEMA STIT Ihsanul Fikri Gelar Acara Bedah Buku “Ngobrolin Buku” untuk Tingkatkan Wawasan Akademik dan Diskusi Kritis Mahasiswa
Magelang, 11 November 2024 – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STIT Ihsanul Fikri kembali menggelar sebuah acara yang menarik perhatian civitas akademika pada hari Senin, 11 November 2024. Acara bertajuk “Ngobrolin Buku” ini merupakan bentuk komitmen DEMA dalam memfasilitasi pengembangan intelektual mahasiswa melalui kegiatan yang mendorong minat baca dan diskusi kritis. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa bertujuan untuk memperkaya wawasan serta keterampilan berpikir mahasiswa melalui bedah buku yang interaktif.
Acara dimulai dengan setiap peserta diberikan waktu selama 30 menit untuk membaca buku yang telah dipilih sebelumnya. Buku-buku yang dipilih bervariasi, mencakup berbagai tema penting seperti pengembangan diri, ilmu sosial, kepemimpinan, dan tema-tema kontemporer lainnya yang relevan dengan kehidupan mahasiswa. Pembacaan buku ini bertujuan untuk memberikan waktu kepada peserta untuk memahami isi dan gagasan utama dari buku yang mereka baca, sebelum akhirnya membagikan pemahaman mereka kepada peserta lainnya.
Setelah sesi membaca, setiap peserta diminta untuk mempresentasikan hasil pemahamannya tentang buku yang telah dibaca. Presentasi ini mencakup rangkuman isi buku, ide-ide utama, serta pandangan pribadi tentang buku tersebut. “Kami berharap dengan presentasi ini, mahasiswa bisa lebih mendalami materi buku yang mereka baca, sekaligus meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum serta kemampuan menyampaikan ide secara jelas dan terstruktur,” ujar [Irsyad], Ketua DEMA STIT Ihsanul Fikri, dalam sambutannya.
Sesi presentasi ini diikuti dengan diskusi interaktif antar peserta, yang merupakan salah satu bagian terpenting dalam acara ini. Setelah mendengarkan presentasi masing-masing, peserta diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan, bertanya, dan mengajukan pemikiran kritis tentang buku yang dibahas. Diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat, dengan berbagai sudut pandang yang muncul, dari perspektif akademik hingga aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini diharapkan dapat melatih mahasiswa untuk berpikir kritis, menghargai berbagai pandangan, dan memperkaya pemahaman mereka terhadap isu-isu yang diangkat dalam buku.
“Acara ini bukan hanya sekadar membahas buku, tapi lebih dari itu, ini adalah wadah untuk berlatih berpikir kritis, mengembangkan ide-ide, dan memperdalam pemahaman terhadap berbagai topik penting yang dapat mempengaruhi kehidupan kita sebagai mahasiswa dan masyarakat,” tambah [Irsyad].
Partisipasi yang antusias dari mahasiswa juga terlihat dari tingginya minat mereka untuk berkontribusi dalam diskusi. Setiap peserta tidak hanya fokus pada isi buku, tetapi juga berbicara tentang relevansi ide-ide dalam konteks kehidupan mereka sebagai mahasiswa dan pemuda bangsa. Beberapa peserta menyatakan bahwa acara ini membuka wawasan baru dan memberikan perspektif yang lebih luas tentang dunia melalui sudut pandang literasi yang lebih mendalam.
Acara ini juga mendapat sambutan positif dari pihak kampus, yang mendukung penuh upaya DEMA dalam menggelar kegiatan positif dan mendidik. Menurut Akhmad Zamroni, M.Pd. (Pembina mahasiswa), kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun budaya literasi yang kuat di kalangan mahasiswa. “Dengan semakin banyaknya mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan diskusi dan bedah buku, diharapkan mereka tidak hanya menjadi pemikir yang tajam tetapi juga memiliki kemampuan untuk melihat berbagai masalah dari berbagai sudut pandang,” ungkapnya.
Kegiatan ini bukan hanya berhenti pada satu sesi. DEMA STIT Ihsanul Fikri berencana untuk menjadikan acara ini sebagai program rutin yang dapat mengakomodasi berbagai tema buku serta mengundang lebih banyak mahasiswa untuk berpartisipasi dalam diskusi. Selain itu, DEMA juga berencana untuk memperluas cakupan kegiatan ini dengan mengundang penulis atau pakar di bidang-bidang tertentu untuk ikut berdiskusi dan memberikan pemahaman lebih dalam kepada mahasiswa.

Tentang DEMA STIT Ihsanul Fikri
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STIT Ihsanul Fikri adalah organisasi yang dibentuk untuk memperjuangkan aspirasi mahasiswa dan mengembangkan potensi mereka di luar kegiatan akademik. Melalui berbagai kegiatan, seperti seminar, diskusi, pelatihan, dan bedah buku, DEMA berupaya menciptakan lingkungan yang mendorong mahasiswa untuk menjadi pribadi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing tinggi. DEMA STIT Ihsanul Fikri berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan yang dapat membentuk karakter mahasiswa serta memperkaya wawasan mereka di bidang akademik dan non-akademik.

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *